Welcome to my blog
go to my homepage
Go to homepage

Rabu, 14 Desember 2011

Kandungan Kopi Dalam Tinjauan Kesehatan

Kopi adalah minuman yang udah nggak asing lagi bagi semua penduduk di dunia, bahkan ada yang sampe' kecanduan sama nih minuman.
Eh ternyata, kopi itu bermanfaat lho kalo dikonsumsi dalam batas wajar. bagi yang belum pada tau, silakan baca postingan saya yg ini.




Kandungan dalam kopi didominasi oleh senyawa yang namanya alkaloid xantina berbentuk kristal, nah senyawa inilah yang menimbulkan sensasi rasa pahit pada kopi. Adanya senyawa ini diidentifikasi oleh kimiawan Jerman bernama Friedrich Ferdinand pada Tahun 1819, kemudian ia memberi nama kafein pada senyawa yang bekerja menyerupai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ini.

KANDUNGAN KAFEIN PADA KOPI

Kopi memiliki kandungan kafein yang bervariasi, kadarnya dipengaruhi oleh jenis biji kopi, pengolahan dan cara penyajiannya. Dunia mengenal beberapa jenis varietas kopi dengan kadar kafein yang berbeda-beda.
Berikut ini perbandingan kadar kafein pada beberapa jenis minuman kopi:
  1. Kopi Instan : 2,8 - 5%
  2. Kopi moka : 1,00%
  3. Kopi robusta : 1,48%
  4. Kopi arabika : 1,10%

FUNGSI KAFEIN

Kafein dalam tubuh berperan untuk meningkatkan kerja psikomotorik. Kafein memberi efek rasa segar dan energi meningkat. Dalam tinjauan kimiawi, kafein mengandung molekul metabolit.

Dampak selanjutnya adalah meningkatnya aktivitas otak dan terlepasnya hormon epinefrin. Hormon epinefrin mampu menaikkan kerja jantung, menambah tensi darah, melancarkan peredaran darah, dan mengeluarkan glukosa dari hati. Uniknya, otak mampu mengeluarkan kafein dengan cepat, berbeda dengan alkohol yang sulit terlepas sehingga mengganggu fungsi mental.

Sebelumnya banyak yang beranggapan bahwa kopi (kafein) menimbulkan efek negatif berupa risiko kanker, diabetes melitus, insomnia, dan penyakit jantung. Namun penelitian ilmiah justru menyatakan sebaliknya.


KONSUMSI SECUKUPNYA

Meskipun banyak manfaat kafein bagi tubuh, hendaknya kita membataasi konsumsi kopi dalam area aman. Sebab, segala sesuatu yang berlebihan pasti menimbulkan efek yang kurang baik. Penelitian medis menentukan batas aman konsumsi kafein 100-150 mg per hari.

Konsumsi yang melebihi batas normal akan menyebabkan intoksikasi kafeina, semacam mabuk kafein. Gejala yang terlihat pada kasus seperti ini adalah timbulnya rasa resah, risau, insomnia dan sering buang air kecil.

Pada kasus yang lebih serius, intoksikasi kafeina bisa menyebabkan kejang otot, pikiran kusut, kepanikan, denyt jantung terganggu, dan gejolak psikomotor. Jadi alangkah baiknya jika kita membatasi diri dalam batas aman pengkonsumsian kopi.

Semoga bermanfaat,

Jangan lupa komentarnya ya sodara...:D

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger